Recap dan Review Head Over Heels Episode 6
Recap Head Over Heels Episode 6
GyeonWoo memajang action figure dari JiHo dan memutuskan akan mengambil kembali Pelembab bibir yang telah dibuangnya.
Ia sangat terkejut melihat sang pemberi sedang menangis sambil menggenggamnya. Dengan lembut GyeonWoo memayungi SeongAh. Kemudian di dalam rumah GyeonWoo, gadis itu masih menggenggam erat pelembab bibir yang dijadikan jimat pelindung pengganti itu sembari mengeringkan rambutnya. GyeonWoo muncul sembari membawa segelas teh hangat dan meminta Sang Shaman meminumnya karena terlihat kedinginan.
SeongAh berterimakasih dan menahan GyeonWoo yang akan mengambilkannya handuk pengganti. Pemuda itu tetap pamit pergi dan SeongAh sangat terkejut melihat foto-fotonya dan nenek yang digambari jimat dan mantra untuk mengusir hantu di bagian wajah. GyeonWoo bilang Ia sudah tahu tak seharusnya digambar diatas foto dan Ia sudah berusaha menghapusnya. Menurut Sang Shaman menghapusnya saja tak cukup karena nenek baru meninggal kurang dari 49 hari artinya sama saja dan meminta raja neraka langsung mengirimnya ke neraka.
GyeonWoo menyadari bahwa ternyata targetnya bukan dirinya melainkan sang nenek. Soal bilang semua foto itu harusnya dibakar. Permohonan untuk mencelakai tak mudah untuk dibatalkan. GyeonWoo sangat menyesali bahwa permohonannya sulit terwujud termasuk untuk hidup bahagia bersama nenek. Tetapi orang yang menggambar ini selalu berhasil mewujudkan keinginannya. SeongAh memohon agar GyeonWoo memberitahu siapa yang membuat jimat sehingga Ia bisa menemuinya dan memohon orang tersebut melakukan ritual pembatalan agar nenek bisa tiba di akhirat dengan selamat. GyeonWoo bilang SeongAh mengenalnya dan barangkali Shaman tersebut berniat membantu SeongAh karena mereka pernah menari bersama di rumah berhantu. GyeonWoo terheran-heran mengapa SeongAh baik padanya meskipun akrab dengan YeomHwa. Ia mengira SeongAh sedang mempermainkannya dan memohon agar foto neneknya bisa diselamatkan karena sangat berarti baginya. Ia bahkan berlutut kepada SeongAh dan memanggilnya Peri Surga dan Bumi. Sang Shaman hanya bisa melepaskan genggaman pemuda yang sangat disukainya dengan alasan tangannya terlalu dingin saat ini. Sebelum pulang, Sang Shaman meluruskan bahwa Ia baru bertemu YeomHwa sekali di malam itu dan tak saling mengenal. Sebagai seorang Shaman, Ia tak pernah berniat untuk mempermainkan siapapun baik manusia maupun hantu. SeongAh tak pernah ingin membuat orang menangis.
DeongCheon yang baru pulang dari mencari YeomHwa kembali mengintrogasi Master Bunga benar tidak mengetahui keberadaan Penyihir itu. Ternyata Master Bunga sedang memandangi album foto SeongAh, ketika ia tak sependapat dengan DeongCheon bahwa SeongAh sangat imut, Sang Shaman yang lebih senior langsung mengancamnya dengan pedang raksasa Hoahaha
JiHo dan HyeRi sedang mengerjakan tugas mereka di cafe yang sangat romantis dan dipenuhi dengan para pasangan yang berkencan. JiHo pindah dan mereka duduk bersebelahan dan HyeRi jadi salting, apalagi saat JiHo menyimpulkan HyeRi sangat kritis padanya karena naksir. Sayang, tiba-tiba GyeonWoo melintas dan percakapan mereka terputus karena JiHo lansung mengejar GyeonWoo tanpa menghiraukan HyeRi yang kebingungan dengan alasan JiHo yang ingin menyentuh teman sekelas mereka.
Di bus, JiHo yang dengan susah payah berhasil menyusul, mengurungkan niatnya menyapa GyeonWoo setelah melihat tatapan nanar pria itu di pantulan kaca. Akhirnya JiHo memutuskan mengikuti GyeonWoo hingga tiba di rumahnya dan bertemu ayahnya yang baru pulang berkendara. JiHo mendengar bahwa GyeonWoo minta izin masuk menjumpai Sang Shaman untuk menanyakan sesuatu. Mulanya ayahnya menolak dan beralasan akan menelpon kembali tetapi GyeonWoo lebih dari tahu bahwa tidak ada anggota keluarganya yang menyimpan nomor ponselnya karena takut ketularan sial. Setelah GyeonWoo menyebutkan bahwa ini untuk kepentingan nenek barulah ayahnya mengalah.
JiHo sangat iba melihat GyeonWoo harus tertunduk untuk berjanji agar tidak merespon siapapun yang mengajaknya bicara dalam rumah maupun mendekati siapapun.
SeongAh mendatangi tempat persemayaman Abu nenek GyeonWoo dan dengan bantuan pengurus Ia memeriksa guci Abu Sang Nenek. Betapa terkejutnya Ia ketika guci dibalik juga ditemukan sebentuk jimat berwarna gelap menempel.
SeongAh pulang ke rumah membawa Jimat pengubah jiwa menjadi hantu disaat DeongCheon, Bibi pendamping dan Master Bunga masih melihat-lihat album foto. Menurut DeongCheon karena SeongAh mengenal orang yang menjadi target kutukan serta Shaman yang menciptakan jimatnya maka Ia memenuhi syarat untuk melakukan ritual pembersihan. Ibunya mencecar siapa yang membuat dan SeongAh jujur YeomHwa pelakunya.
SeongAh berusaha menghafalkan goresan jimat yang akan di buat untuk ritual pembersihan. Ia jujur sering membuat jimat yang mengutuk tetapi tak pernah membersihkannya. Master Bunga dengan baik hati telah menawarkan diri untuk menggantikan SeongAh, sangat terkejut dalam pernyataan itu bahkan Ia menyalahkan ibunya tega-teganya menyuruh putrinya mengutuk orang. Dongchen hanya menatap Master Bunga penuh arti. SeongAh lah Menjelaskan bahwa saat itu ia masih bersama ibu kandungnya sebelum bersama dengan Sang jenderal.
Di rumah orang tuanya, GyeonWoo menghadapi YeomHwa yang memuji kebesaran nyarinya untuk memintanya menghapus mantra di foto. GyeonWoo berkeras karna neneknya tak bersalah. YeomHwa tetap menyalahkannya dan memanggilnya Roh Baru dan malah menempelkan jimat di dahinya. Sayang benda itu tak berfungsi karna perlindungan dari action figure JiHo. YeomHwa menyadari bahwa ada yang mendukung GyeonWoo sekarang.
JiHo tetap menunggu di luar rumah hingga cukup malam. Akhirnya ia mendapati Yoon Woo meninggalkan rumah tersebut dalam taksi yang sama dengan YeomHwa. Sayangnya, walaupun berlari Ia tak berhasil mengejarnya.
SeongAh melakukan ritual pembatalan dengan ditemani oleh ibunya, Bibi pendamping dan Master Bunga. Mereka semua berdoa agar bisa kutukan pada nenek dibatalkan. Ketika yang lain memintanya untuk beristirahat SeongAh menerima telepon dari JiHo.
YeomHwa mengajak GyeonWoo pulang ke rumahnya. Pemuda itu memintanya untuk menyelesaikannya di halaman rumah saja tetapi YeomHwa memaksa untuk masuk ke dalam rumah. Ia berkata ada suatu benda yang tidak cocok bagi roh baru karena memberi harapan yang sia-sia. Ia memaksa sang pemuda yang tampak kebingungan menyerahkan kunci rumahnya. Untungnya saat YeomHwa menemukan action figure milik JiHo terpajang di kamar dan akan mengambilnya, tiba-tiba SeongAh datang dan merebutnya dari tangan Shaman jahat itu.
YeomHwa bertanya siapakah dirinya dan dengan mantap SeongAh menjawab Ia seorang Shaman. SeongAh bilang YeomHwa sangat kerja melakukan hal tersebut pada nenek GyeonWoo. Sang Shaman meminta GyeonWoo menjaga action figurenya lalu mengajak YeomHwa keluar. Tetapi wanita yang lebih tua itu menolak, malah mengamit lengan GyeonWoo kemudian malah berkata bahwa ia penasaran Apa hal khas ia ingin dibicarakan SeongAh tanpa boleh di dengar GyeonWoo.
SeongAh bilang Ia ingin membahas tentang kutukan. YeomHwa bilang ia ingin roh baru ikut mendengarkan dan menyerahkan tumpukan foto itu kepada GyeonWoo. Akhirnya pemuda itu memilih untuk tetap di dalam dan mendengarkan semuanya.
SeongAh sangat marah dan berkata YeomHwa senang menyiksa orang. YeomHwa bilang belum pernah menyiksa orang dan hanya suka mengendalikan hal yang bukan manusia. "Kabar baik, Aku juga lumayan ahli mengendalikan hal yang bukan manusia." SeongAh langsung membunyikan kerincingannya dan melebarkan kipas kertasnya menunjukkan wujud aslinya sebagai peri Surga dan Bumi.
YeomHwa berbohong dan berkata bahwa penampilan SeongAh sangat menakutkan kemudian setuju berbicara di luar.
Di ruangan altar akhirnya Master Bunga dan DeongCheon melanjutkan apa yang sudah diawali SeongAh. Master Bunga menegur keras dengan cara beliau yang menyentuh sisa-sisa Abu dengan tangan kosong. Bibi pendamping pun ikut terbelalak dikala DeongCheon meneteskan darahnya ke atas abu tersebut. Master Bunga protes bila DeongCheon tidak menyukai perbuatan YeomHwa mengapa kali ini Ia justru membalas kutukan dengan kutukan. Dan yang terpenting apakah Dewa pelindungnya, Sang Jenderal setuju? DeongCheon menjawab bahwa Dewa pelindung berkata akan menghukumnya. Sudah seharusnya demikian kata Master Bunga sebab Ia menyalahgunakan kekuatan dewa pelindungnya untuk membuat kutukan. DeongCheon mengaku sudah siap untuk menerima murka dari sang Dewa. Bagaimana yang pernah disampaikan idiom orang Jepang bahwa ketika kau membuat kutukan maka kau siap menggali dua kuburan. Untuk yang dikutuk dan satu untuk dirimu sendiri. Agar dapat menggali kubur untuk YeomHwa maka ia harus mempersiapkan dirinya sendiri. Master Bunga dan Bibi pendamping sangat terkejut dengan huruf membunuh yang muncul di udara.
Kembali ke rumah GyeonWoo, Seong Ah bilang Ia sudah menetralisir kutukan yang dibuat oleh YeomHwa kepada nenek. Semoga nenek bisa menyebrang dengan damai. YeomHwa malah menantang Apakah cuman hal tersebut ingin disampaikan oleh Shaman yang lebih muda. Ternyata SeongAh menambahkan bahwa manusia memiliki hati sehingga bila seorang ibu melihat anak yang dipukul maka ia pun akan ikut menderita. Luka emosional lebih parah dari luka fisik. Begitulah caranya membuat GyeonWoo dan nenek saling terluka karena YeomHwa berusaha menyerang salah satu di antara keduanya untuk menyakiti yang lain. SeongAh yang melihat YeomHwa hanya membawa korek tanpa persiapan ritual apapun sedari awal sudah berniat untuk membakar alih-alih membersihkan fotonya.
Ternyata GyeonWoo sedari tadi mendengarkan percakapan itu, Ia langsung mengkonfrontasi YeomHwa dan dirinya sendirilah yang membakar foto mereka berdua. SeongAh terlihat hendak mencegah tapi GyeonWoo bilang lebih baik dirinya yang melakukan agar tak tersentuh tangan kotor YeomHwa. Wanita jahat itu tanpa malu pamit pergi setelah mempertanyakan kenapa dari sekian banyak orang GyeonWoo justru memilih bersekutu dengan Shaman Muda Miwool-Dong.
SeongAh terlihat terganggu kemudian mengejarnya hingga ke jembatan sangat marah mengapa YeomHwa memanggil GyeonWoo dengan sebutan hantu baru. Ternyata itu adalah panggilan untuk hantu dari orang yang baru meninggal. Sementara pemuda itu masih hidup dan sehat kenapa tega sekali Ia memanggilnya dengan sebutan demikian. Tiba-tiba ada kutukan yang datang dan langsung mengenai YeomHwa dan telinganya mengeluarkan darah segar. Musik horor terdengar kala SeongAh mendekat dan memintanya untuk berlutut serta berdoa kepada dewa pelindungnya. SeongAh menyadari bahwa YeomHwa telah meninggalkan sang Dewa Pelindungnya dan malah menyembah roh jahat.
Shaman remaja ini juga menyadari bahwa cangkang rohnya YeomHwa mulai retak karena terlalu banyak melakukan kejahatan. YeomHwa awalnya hanya tertunduk sambil menangis namun akhirnya Ia malah membentak untuk menutup mulut atau akan merobek mulutnya.
SeongAh segera menghubungi JiHo, mereka memasang strategi untuk hari esok. SeongAh yang melihat hantunya kemudian JiHo akan segera memeluk GyeonWoo. Semalaman Ia akan berjaga di halaman rumah GyeonWoo dan melempari garam ke para hantu yang berdatangan sementara action figure JiHo menjadi jimat pelindung di dalam rumah. Tiba-tiba JiHo menyadari bahwa ada sesuatu yang salah tetapi tidak bisa mengingat apakah gerangan. (Cue to foto polaroid HyeRi yang mengancam akan membunuhnya karena ditinggalkan sendirian di cafe Hoahahaha).
Di luar SeongAh berharap begitu 21 hari terlewati GyeonWoo bisa menjauh dari Shaman selamanya dan bisa seperti orang lain serta hidup dengan damai. GyeonWoo di dalam rumah teringat perkataan SeongAh yang mengingatkannya bahwa dirinya cukup kuat dan memintanya untuk melupakan semua yang diucapkan oleh YeomHwa. Cukuplah Ia membenci SeongAh saja, pun seandainya SeongAh adalah dirinya kemungkinan besar juga akan melakukan hal serupa. Tak terasa air mata GyeonWoo menetes. "Meminta untuk membenci seseorang meskipun tak serius tetap terasa menyakitkan." GyeonWoo bilang justru seharusnya SeongAh lah yang membenci dirinya, kemudian memungut pelembab bibir yang kembali memancarkan pendar terang jimat perlindungan.
YeomHwa malah mendatangi rumah hantu. Cara membuka paksa segel yang dibuat oleh DeongCheon dan lainnya. YeomHwa menjanjikan jika roh jahat di dalam rumah itu membunuh satu orang lagi maka dia akan langsung berubah menjadi dewa jahat yang kuat. Ia melakukan ritual dengan meneteskan darahnya sendiri selalu menghilangkan kepala boneka yang menyegel rumah itu. Ia masih memohon agar Dewa jahat segera bangkit dan datang kepadanya sebagai Dewa pelindung yang baru.
Keesokan harinya GyeonWoo dan SeongAh saling menghindari. Ketika ada hantu yang mengintai di jendela, Sang Shaman menepukkan tangannya dan JiHo segera berpura-pura menggenggam tangan GyeonWoo dengan alasan menanyakan sudah memberi desinfektan. Hoahaha.
HyeRi memanggil kedua pemuda itu untuk berbicara di tangga. Ia sangat marah karena hanya mereka berdua yang belum menyelesaikan tugas untuk presentasi kelompok. JiHo pertanyakan bagaimana dengan SeongAh, rupanya secara rahasia DoYeon mengerjakan bagiannya juga. Sebagai gantinya, di kelas DoYeon meminta SeongAh menunjukkan difoto yang manakah terdapat hantu. JiHo memarahinya dengan menyebutnya pengkhianat.
Saat GyeonWoo hendak mendekati SeongAh di koridor, DoYeon malah menabraknya dan berkata bahwa ia mengganggu. Gadis itu minta bantuan untuk bisa memfoto hantu. Jadi di jam olahraga mereka berdua duduk di kursi penonton. Sementara JiHo dan GyeonWoo bermain basket di lapangan. Tak lama muncul hantu anak sekolah dan SeongAh segera bertepuk tangan, JiHo segera menyentuh GyeonWoo secara berlebihan. Konyolnya saat lemparan GyeonWoo masuk dan SeongAh bertepuk tangan dengan semangat, JiHo segera memeluk GyeonWoo. SeongAh hanya bisa meminta maaf atas kesalahannya dari jauh sambil dipelototi JiHo. Hoahaha.
DoYeon mengambil banyak foto sementara SeongAh mengagumi Bok-I yang duduk dengan manis di dekat JinUng. Betapa terkejutnya SeongAh kala melihat gerombolan Hantu Telur alias hantu tanpa wajah mengelilingi lapangan secara sekaligus. Semuanya mengincar GyeonWoo dan SeongAh terpaksa meminta JiHo memeluk GyeonWoo. Itu pun tak cukup terpaksa SeongAh meminta izin sakit dan pulang.
Setelahnya ketika sedang mencuci wajah JiHo merasa keheranan karena SeongAh tidak terlihat sedang sakit. Tapi menurut GyeonWoo pun gadis itu pun tidak terlihat baik-baik saja. Ternyata SeongAh menyampaikan instruksi melalui telepon DoYeon, bahwa JiHo harus terus menyentuh GyeonWoo setiap ada kesempatan. JiHo kesulitan mencari alasan untuk DoYeon tetapi akhirnya HyeRi muncul dan berpura-pura bahwa SeongAh berpesan agar mereka berdua mengerjakan presentasi dan tak membuat HyeRi kesal. HyeRi memberi ultimatum agar keduanya begadang hingga bisa menyelesaikannya hari ini juga setelah latihan memanah. JiHo yang sangat senang dengan ide HyeRi segera memeluk gadis itu. Sang Ketua kelas langsung merona merah meskipun mengeluh bahwa JiHo penuh dengan keringat.
Di rumah, SeongAh, ibunya, Master Bunga dan Bibi pendamping membuka peti senjata demi menghadapi Hantu Telur. Master Bunga memilih kapak yang sangat besar dan sempat terhuyung-huyung saat mengangkatnya. Ibunya bilang jika hantu muka rata datang secara bergerombol kemungkinan besar mereka akan menantikan majikan yang akan memberikan wajah baru. Sosok majikan baru itu sudah jelas dia Dewa Jahat yang saat ini masih terkurung di rumah hantu.
Keempatnya bergegas ke sana, meski Master Bunga sangat enggan. Setibanya di sana dengan suara bergetar Master Bunga mempertanyakan kewarasan temannya yang berani-beraninya merusak segel rumah hantu.
SeongAh segera merasakan kehadiran para hantu tanpa wajah. Dengan busur panah dan pedang pendek, tiga Shaman beraksi membasmi para hantu. Semuanya sangat keren bahkan Master Bunga menunjukkan sisi maskulin yang mengancam Hoahaha.
Langkah selanjutnya mereka harus menemukan kepala boneka penyegel rumah yang dihilangkan YeomHwa. Jika mantra tak dibatalkan maka hantu akan terus berdatangan. Master Bunga penasaran kenapa soalnya lebih memahami hal ini dibandingkan sang ibu. DeongCheon hanya mengabaikannya.
Di sekolah, saat latihan memanah JiHo berpura-pura busurnya tidak seimbang dan meminta GyeonWoo untuk memeriksanya demi menciptakan alasan agar bisa memeluk dari belakang. Pelatih Park sempat terheran-heran dengan skinship keduanya. Hoahaha
Lebih lucu sepanjang perjalanan pulang ke rumah JiHo selalu berusaha menarik tangan GyeonWoo dengan berpura-pura melindunginya dari setiap kendaraan yang lewat mulai dari motor sampai gerobak. Sampai yang bersangkutan tak tahan lagi di rumah dan berusaha membuka percakapan tentang SeongAh. JiHo tetap berpura-pura lugu.
Master Bunga akhirnya menemukan kepala boneka. DeongCheon bilang akan membakarnya tetapi menurut SeongAh hal itu saja tidak cukup. Para hantu baru akan pergi jika yakin roh jahat tak akan bangkit. Jadi SeongAh melukai telapak tangannya sendiri dengan pisau kemudian menggenggam kepala boneka itu agar terkena darahnya.
Master Bunga bilang ia mengerti tetapi Ia khawatir apakah SeongAh tak merasa sakit. Justru berdasarkan pengalaman saat kecil dulu, jika ragu saat menggores telapak tangan justru akan terasa lebih sakit.
Saat GyeonWoo tertidur, JiHo yang ikut menginap mengendap-endap ke kamarnya. Ia menyapa action figurenya dan meminta bersabar sebentar lagi. Setelahnya Ia berbaring di samping GyeonWoo dan menggenggam tangannya sambil mengucap "Bangkitlah, GyeonWoo GyeonWoo." Celakanya saat itu GyeonWoo terbangun dan mengusir serta melemparinya yang berusaha masuk kembali dengan bantal.
Setelah sadar, GyeonWoo teringat percakapannya sepanjang perjalanan dari rumah orangtua ke rumahnya dengan YeomHwa. Wanita itu mengaku mengetahui SeongAh sebagai Shaman muda Miwool-Dong dan baru bertemu pertama kali di rumah berhantu. (Jadi cocok dengan cerita SeongAh). YeomHwa memberi kesan bahwa SeongAh juga sejahat dirinya, sehingga GyeonWoo mencari informasi di internet.
Ada rekaman video dokumenter dari sepuluh tahun yang lalu mengenai Shaman berusia delapan tahun, SeongAh. Ternyata Ia dikendalikan dengan kejam oleh kedua orangtuanya demi mendapat uang. Termasuk melakukan ilmu hitam. Anak sekecil itu harus menghibur dirinya agar jangan menangis demi membuat orangtuanya senang. Pada akhirnya Ia ditinggalkan dan Ibu DeongCheon menemukannya menangis seorang diri.
Paralel dengan SeongAh menceritakannya pada Master Bunga dengan santai, karena menurutnya ini bukan hal yang besar. Semasa SMP dirinya sering dirundung dengan justifikasi bagi para korban Shaman Muda Miwool-Dong. Jadi SeongAh telah berupaya menebus kesalahannya.
Ketika Ia selesai melakukan ritual, Master Bunga memeluknya dan meminta DeongCheon agar tak berpura-pura tegar untuk ikut memeluk anaknya. "Saat anak-anak tak menangis sebagaimana seharusnya, hati orang dewasa yang teriris. Ah, hatiku sakit sekali." Mata Master Bunga berkaca-kaca. Mereka bertiga berpelukan namun sesosok misterius memperhatikan dari dalam ruangan.
GyeonWoo memutuskan membangunkan JiHo dan bertanya sejak kapan Ia akrab dengan SeongAh. JiHo masih bertahan bilang Ia tak mengetahui pekerjaan SeongAh yang sesungguhnya. GyeonWoo bertanya lagi seberapa jahat perbuatannya pada SeongAh dan Ia sudah menyadari bahwa JiHo menyentuhnya atas permintaan SeongAh. JiHo bilang betapa menyebalkannya dirinya selama ini dan Ia harus menunggu sehari lagi walau masih merahasiakan unsur penting dari hari tersebut. Sebagai penutup, JiHo tetap memeluk GyeonWoo dengan hangat.
Keesokan harinya, di jalan JinUng dihajar ayahnya dan Bok-I meminta tolong. SeongAh meyakinkan anjing itu untuk menggigit kaki ayahnya agar JinUng bisa kabur. Di saat yang sama GyeonWoo menyapanya, SeongAh malah menghindar karena takut di judge telah berlaku sebagai seorang Shaman.
Ternyata JinUng tak masuk kelas, Ia kembali dikejar ayahnya dan malah masuk ke Rumah Hantu. SeongAh mendengar Bok-I meminta bantuannya kemudian --setelah sempat mengirim pesan ke bibi pendamping-- menyusul masuk. Dikala Ia berjuang keras menyelamatkan JinUng yang menyentuh cincin kuno hingga nyaris tercekik, sekonyong-konyong GyeonWoo masuk ke dalam dan membuat Hantu Jahat malah merasukinya.
Review
Awww pelukan keluarga antara Master Bunga, SeongAh dan DeongCheon membuat hangat hati yang nonton.
Dari masa lalu SeongAh yang pelik, terungkap betapa berat perjuangannya hingga bisa sampai di titik ini. SeongAh bahkan mendasarkan tipe pria idealnya pada ibu angkatnya, DeongCheon yang datang menenangkannya saat menangis sendirian di jalanan akibat ditinggalkan oleh orang tua kandungnya yang jahat.
Bicara soal kejahatan, YeomHwa pun semakin menunjukkan sisi gelapnya dengan berusaha memantrai nenek GyeonWoo dan mencegahnya menyebrang dengan damai. YeomHwa benar-benar menyerahkan dirinya pada ilmu hitam ketika berusaha meminta bantuan hantu penuh dendam yang selama ini bernanung di rumah berhantu.
CGI episode kali ini sangat keren terutama bagian para Shaman menghajar Hantu Muka Rata. Ohya, ternyata SeongAh juga jago memanah.
JiHo benar-benar bersinar sebagai second lead. Tak hanya sebagai pesaing cinta SeongAh, pada dasarnya Ia pun sangat menyukai GyeonWoo.
Hal yang paling dikhawatirkan SeongAh terjadi. GyeonWoo malah masuk ke rumah berhantu dan dirasuki di hari terakhir dari 21 hari terakhirnya yang kritis. Meski bisa jadi ini artinya Ia terselamatkan dari kematian.
Well, recap ini terlambat dua mingguan dari penayangannya (harap maklum, tiga orang keponakan suami menggelar syukuran sunatan tiga Minggu berurut-turut jadi ikutan sibuk🤣🤣), bagaimana pun tetap seru banget ya.
Baca juga Recap dan Review Head Over Heels:




























Posting Komentar